Papan Interaktif Digital (PID) menjadi salah satu perangkat yang dapat mendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah dasar. Perangkat ini dapat digunakan untuk menampilkan teks, gambar, video, diagram, presentasi, dan bahan pembelajaran digital lainnya. Pada perangkat yang memiliki fitur interaktif, guru dan siswa juga dapat berinteraksi langsung dengan objek yang ditampilkan di layar.
Namun, keberadaan PID tidak secara otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih baik. Jika hanya digunakan untuk menampilkan salindia sepanjang pelajaran, siswa mungkin tetap menjadi penerima informasi. Sebaliknya, jika digunakan dengan perencanaan yang tepat, PID dapat membantu siswa mengamati, membaca, membandingkan informasi, menyelesaikan masalah, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.
Dalam kegiatan digitalisasi pembelajaran, penggunaan perangkat perlu dikaitkan dengan tujuan pedagogis. Artinya, guru tidak hanya perlu memahami cara mengoperasikan PID, tetapi juga perlu merancang kegiatan yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Direktorat Sekolah Dasar (2025) menekankan pentingnya interaktivitas dalam pemanfaatan papan interaktif, sehingga perangkat tidak sekadar menggantikan papan tulis atau proyektor.
Artikel ini membahas cara menggunakan PID dalam pembelajaran SD, mulai dari persiapan, contoh penerapan pada beberapa mata pelajaran, penguatan literasi dan numerasi, asesmen formatif, hingga perawatan perangkat. Panduan ini dapat disesuaikan dengan fasilitas dan kondisi masing-masing sekolah.
1. Mengenal Fungsi Papan Interaktif Digital
Papan Interaktif Digital merupakan perangkat layar elektronik yang digunakan untuk menampilkan materi digital dan, sesuai fitur perangkatnya, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan tampilan melalui sentuhan atau alat bantu tertentu. Kemampuan setiap perangkat dapat berbeda, sehingga guru perlu mempelajari petunjuk penggunaan PID yang tersedia di sekolah.
Dalam pembelajaran, PID dapat digunakan untuk beberapa keperluan.
Pertama, menampilkan materi secara visual. Guru dapat menyajikan teks, gambar, peta, diagram, video, dan ilustrasi yang berkaitan dengan materi pelajaran.
Kedua, membantu siswa berinteraksi dengan materi. Jika fitur perangkat mendukung, siswa dapat menandai kata kunci, mengelompokkan objek, menyusun urutan informasi, atau menunjukkan jawaban di layar.
Ketiga, mendukung diskusi kelas. Guru dapat menampilkan masalah atau hasil pekerjaan siswa untuk dibahas bersama. Siswa kemudian menyampaikan pendapat dan menjelaskan alasan jawabannya.
Keempat, membantu guru memantau pemahaman siswa. Pertanyaan, latihan singkat, dan pembahasan jawaban dapat digunakan untuk mengetahui bagian materi yang sudah dipahami atau masih memerlukan penjelasan.
Meskipun memiliki berbagai fungsi, PID tidak harus digunakan pada setiap tahap pembelajaran. Guru perlu memilih kegiatan yang benar-benar terbantu oleh tampilan visual atau interaksi digital. Buku cetak, papan tulis biasa, diskusi, pengamatan langsung, dan lembar kerja tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan.
2. Mengubah Pembelajaran dari Menonton Menjadi Berpartisipasi
Salah satu hal penting dalam penggunaan PID adalah memberikan peran aktif kepada siswa. Siswa tidak cukup hanya melihat gambar atau video yang ditampilkan. Mereka perlu melakukan kegiatan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran.
Guru dapat menerapkan pola sederhana, yaitu mengamati, berpikir, berdiskusi, mencoba, dan menjelaskan.
Sebagai contoh, guru menampilkan dua gambar yang menunjukkan kondisi lingkungan berbeda. Siswa diminta mengamati perbedaan, memikirkan kemungkinan penyebabnya, berdiskusi dengan teman, kemudian menyampaikan pendapat.
Jika fitur perangkat memungkinkan, siswa dapat menandai bagian gambar atau menambahkan keterangan pada layar. Jika tidak, siswa tetap dapat menjawab secara lisan, menulis pada buku, atau menggunakan kartu jawaban.
Guru sebaiknya tidak hanya memilih siswa yang paling berani tampil di depan kelas. Siswa lain dapat diberi tugas sebagai pencatat, pengamat, pemeriksa jawaban, atau penyampai hasil diskusi. Peran tersebut dapat dipertukarkan agar setiap siswa memperoleh kesempatan berpartisipasi.
Interaktivitas juga tidak hanya berarti menyentuh layar. Siswa yang membaca teks, mendiskusikan informasi, menjelaskan alasan, dan menyelesaikan masalah turut berpartisipasi secara aktif meskipun tidak menggunakan perangkat secara langsung.
3. Persiapan Guru Sebelum Menggunakan PID
Persiapan yang baik membantu guru menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan mengurangi gangguan teknis.
A. Menentukan tujuan pembelajaran
Langkah pertama adalah menentukan kemampuan yang ingin dicapai siswa. Tujuan pembelajaran menentukan materi, pertanyaan, dan aktivitas yang akan ditampilkan.
Misalnya, jika tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah menemukan gagasan pokok, guru dapat menyiapkan teks pendek dan pertanyaan yang membantu siswa memahami isi bacaan. Jika tujuan pembelajaran Matematika adalah memahami pecahan, guru dapat menyiapkan gambar benda yang dibagi menjadi beberapa bagian sama besar.
B. Menyiapkan materi digital
Materi dapat berupa teks, gambar, salindia, video pembelajaran, diagram, atau latihan interaktif. Pastikan materi sesuai dengan usia dan kemampuan siswa, mudah dibaca, serta tidak terlalu padat.
Gunakan ukuran huruf yang cukup besar dan tampilan yang jelas. Jika teks terlalu panjang, guru dapat membaginya menjadi beberapa bagian agar siswa dapat berkonsentrasi pada informasi yang sedang dibahas.
Guru juga perlu memeriksa ketepatan isi dan sumber materi serta memastikan penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
C. Memeriksa kesiapan perangkat
Sebelum pelajaran dimulai, periksa apakah PID dapat dinyalakan dan berfungsi sesuai kebutuhan. Jika materi ditampilkan melalui laptop atau komputer, pastikan sambungannya berfungsi. Periksa pula suara apabila kegiatan memerlukannya.
Jika pembelajaran memerlukan internet, periksa koneksi sebelum kegiatan dimulai. Jangan menunggu sampai pelajaran berlangsung untuk mengetahui bahwa video atau materi yang diperlukan tidak dapat dibuka.
D. Menyiapkan alternatif kegiatan
Guru perlu menyiapkan rencana cadangan jika perangkat mengalami gangguan. Materi dapat disimpan secara luring apabila memungkinkan, atau disiapkan dalam bentuk teks cetak, gambar, kartu, maupun latihan di papan tulis.
Dengan demikian, tujuan pembelajaran tetap dapat dicapai meskipun PID atau koneksi internet tidak dapat digunakan.
4. Menggunakan PID untuk Memperkuat Literasi
Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menemukan gagasan penting, menafsirkan isi bacaan, dan menyampaikan pemahaman. PID dapat mendukung kegiatan tersebut melalui penyajian teks, gambar, dan pertanyaan yang dibahas bersama.
A. Menemukan gagasan pokok
Guru menampilkan teks pendek sesuai tingkat kelas. Siswa membaca secara mandiri terlebih dahulu, kemudian menentukan gagasan pokok setiap paragraf.
Jika perangkat mendukung fitur penandaan, siswa dapat bergantian menandai kalimat yang dianggap penting. Setelah itu, mereka menjelaskan alasan pemilihannya berdasarkan isi bacaan.
Guru mengajak siswa membandingkan jawaban. Jika terdapat perbedaan, siswa dapat menunjukkan informasi yang mendukung pendapat mereka. Kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa gagasan pokok harus sesuai dengan isi paragraf.
B. Mengurutkan informasi atau cerita
Guru menampilkan beberapa gambar atau kalimat yang menggambarkan suatu cerita, tetapi urutannya belum benar. Siswa diminta menyusun urutan peristiwa yang tepat.
Setelah selesai, siswa menceritakan kembali isi cerita menggunakan kata penghubung, seperti pertama, kemudian, setelah itu, dan akhirnya.
Kegiatan ini dapat melatih pemahaman bacaan, penalaran urutan peristiwa, dan keterampilan berbicara. Jika PID tidak mendukung pemindahan objek, siswa tetap dapat menyusun urutan pada buku tulis dan membahas hasilnya dengan mengacu pada tampilan layar.
C. Membandingkan informasi
Guru dapat menampilkan dua teks pendek yang membahas topik berkaitan. Siswa diminta menemukan persamaan dan perbedaan informasi, kemudian menyampaikan kesimpulan berdasarkan isi teks.
Contohnya, satu teks membahas kebiasaan membawa botol minum sendiri, sedangkan teks lainnya membahas pengurangan sampah plastik. Siswa mengidentifikasi hubungan antara kedua informasi tersebut dan menjelaskan kesimpulannya.
D. Mengembangkan kosakata dan keterampilan berbicara
Guru dapat menampilkan teks yang memuat kosakata baru. Siswa menandai kata yang belum dipahami, memperkirakan maknanya berdasarkan konteks, kemudian memeriksa arti kata melalui kamus atau sumber yang sesuai.
Untuk melatih keterampilan berbicara dan menyimak, guru dapat menampilkan gambar atau video pendek. Siswa menceritakan kembali informasi yang diperoleh, sedangkan siswa lain mendengarkan dan mengajukan pertanyaan.
Dalam kegiatan literasi, PID berfungsi sebagai media pendukung. Kemampuan membaca, memahami, berbicara, menyimak, dan menulis tetap dikembangkan melalui aktivitas siswa.
5. Menggunakan PID untuk Memperkuat Numerasi
Numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memahami informasi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. PID dapat membantu guru menyajikan objek visual, tabel, diagram, pola, dan situasi kontekstual.
A. Memahami konsep pecahan
Guru menampilkan gambar lingkaran atau persegi yang dibagi menjadi beberapa bagian sama besar. Siswa diminta menentukan pecahan yang mewakili bagian tertentu.
Selanjutnya, guru menampilkan dua gambar pecahan dan meminta siswa membandingkannya. Siswa menjelaskan alasan jawabannya berdasarkan jumlah bagian yang diarsir dan jumlah seluruh bagian.
Jika perangkat mendukung fitur interaktif, siswa dapat mengubah bagian yang diarsir atau mengelompokkan gambar. Namun, guru tetap perlu memastikan bahwa siswa memahami hubungan antara gambar dan lambang pecahan.
B. Membaca tabel dan diagram
Guru menampilkan tabel atau diagram sederhana tentang jumlah buku yang dibaca siswa selama satu bulan. Siswa diminta menjawab pertanyaan berikut:
Jenis buku apa yang paling banyak dibaca?
Berapa selisih jumlah antara dua kategori?
Berapa jumlah seluruh buku berdasarkan data?
Informasi apa yang dapat disimpulkan dari diagram?
Siswa perlu menunjukkan data yang menjadi dasar jawabannya. Dengan cara ini, kegiatan membaca diagram tidak hanya menjadi latihan mencari angka, tetapi juga melatih pemahaman informasi dan penalaran.
C. Menyelesaikan masalah kontekstual
Guru menampilkan masalah yang dekat dengan kehidupan siswa, misalnya menghitung kebutuhan alat tulis untuk beberapa kelompok atau menentukan jumlah tanaman yang dapat ditanam pada suatu area.
Siswa mengidentifikasi informasi yang diketahui, menentukan pertanyaan, memilih cara penyelesaian, dan menjelaskan langkahnya. Mereka dapat mengerjakan perhitungan di buku terlebih dahulu, kemudian membahas hasilnya menggunakan tampilan PID.
PID membantu memperjelas informasi dalam soal, sedangkan proses berpikir matematis tetap dilakukan oleh siswa.
6. Contoh Penggunaan PID dalam Pembelajaran IPAS
Dalam pembelajaran IPAS, PID dapat digunakan untuk menampilkan gambar, diagram, peta, dan video yang membantu siswa mengamati fenomena alam atau kehidupan sosial.
Misalnya, ketika mempelajari rantai makanan, guru menampilkan gambar tumbuhan, belalang, katak, ular, dan elang. Siswa diminta menyusun hubungan makan dan dimakan serta menjelaskan alasan penyusunannya.
Guru kemudian mengajukan pertanyaan lanjutan, seperti apa yang mungkin terjadi jika jumlah belalang berkurang dan mengapa perubahan jumlah salah satu makhluk hidup dapat memengaruhi makhluk hidup lain.
Siswa berdiskusi dalam kelompok, menuliskan dugaan beserta alasannya, lalu menyampaikan hasil diskusi. Guru membantu siswa membedakan dugaan dengan penjelasan yang didukung informasi dan alasan.
Pada materi daur air, guru dapat menampilkan diagram penguapan, pembentukan awan, dan turunnya hujan. Siswa diminta menjelaskan urutan proses dan hubungan antara setiap tahap.
Video dapat digunakan jika membantu menjelaskan proses yang sulit diamati langsung. Setelah menonton, siswa tetap perlu memperoleh tugas atau pertanyaan agar kegiatan tidak berhenti pada menonton tayangan.
7. Contoh Penggunaan PID dalam Pendidikan Pancasila
PID dapat membantu guru menampilkan ilustrasi situasi yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila dan kehidupan sehari-hari.
Misalnya, guru menampilkan gambar kegiatan kerja kelompok. Dalam ilustrasi tersebut, seorang siswa tidak diberi kesempatan menyampaikan pendapat oleh teman-temannya.
Guru mengajukan pertanyaan: apa masalah yang terjadi, bagaimana perasaan siswa tersebut, dan apa yang sebaiknya dilakukan agar semua anggota kelompok dapat berpartisipasi?
Siswa mendiskusikan jawaban dan menyampaikan pendapat. Guru kemudian menghubungkan pembahasan dengan sikap menghargai orang lain, musyawarah, tanggung jawab, dan kerja sama.
Sebagai tindak lanjut, siswa dapat membuat kesepakatan kerja kelompok atau poster sederhana tentang cara berdiskusi dengan baik. Dengan demikian, penggunaan PID tidak berhenti pada pengamatan gambar, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan yang menghubungkan materi dengan perilaku sehari-hari.
8. Menggunakan PID untuk Asesmen Formatif
Asesmen formatif merupakan proses mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar siswa selama pembelajaran untuk menentukan langkah selanjutnya. PID dapat mendukung asesmen melalui pertanyaan, latihan singkat, pengelompokan jawaban, dan pembahasan hasil pekerjaan.
Sebagai contoh, setelah membahas gagasan pokok, guru menampilkan satu paragraf dan meminta siswa menuliskan gagasan utamanya pada kertas kecil. Beberapa jawaban dibahas bersama dengan menampilkan kembali teks pada PID.
Guru dapat mengetahui apakah siswa telah memahami cara menemukan gagasan pokok atau masih memilih kalimat yang tidak mewakili isi bacaan.
Dalam Matematika, guru dapat menampilkan soal pecahan dan meminta siswa memilih jawaban sekaligus menjelaskan alasannya. Jawaban yang berbeda dapat menjadi bahan diskusi untuk mengetahui letak kesulitan siswa.
Guru sebaiknya tidak hanya memperhatikan jumlah jawaban benar. Penjelasan siswa, cara berpikir, dan kesalahan yang muncul juga penting untuk menentukan tindak lanjut. Asesmen tidak harus selalu menggunakan aplikasi digital; guru dapat menggunakan jawaban lisan, buku tulis, kartu respons, atau lembar kerja.
9. Mengatur Kelas agar Semua Siswa Terlibat
Penggunaan PID perlu disertai pengaturan kelas yang baik. Jika tidak direncanakan, siswa yang duduk jauh dari layar mungkin kesulitan melihat, sedangkan siswa yang lebih percaya diri dapat mendominasi kegiatan.
Guru perlu memastikan tampilan dapat dibaca dari berbagai posisi. Ukuran huruf, warna, gambar, dan jumlah informasi pada layar harus disesuaikan dengan kondisi kelas.
Guru juga dapat membagi siswa menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok memperoleh tugas yang jelas, misalnya menemukan informasi penting, menyusun urutan cerita, atau menjelaskan hasil perhitungan. Perwakilan kelompok dapat menunjukkan hasilnya, sedangkan anggota lain memberikan tanggapan atau memeriksa jawaban.
Siswa yang belum menggunakan layar dapat tetap terlibat dengan menuliskan jawaban, mengamati proses, atau menyampaikan alasan. Pembagian peran sebaiknya dirotasi agar kesempatan berpartisipasi lebih merata.
Guru juga perlu memberikan dukungan kepada siswa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami informasi. Instruksi dapat disampaikan secara lisan dan tertulis, tampilan dapat diperbesar, dan waktu pengerjaan dapat disesuaikan.
10. Menggunakan PID Ketika Internet Terbatas
PID tidak selalu harus digunakan untuk kegiatan yang memerlukan internet. Jika perangkat mendukung penggunaan luring, guru dapat menyiapkan presentasi, gambar, video yang diperoleh dan disimpan secara sah, serta bahan latihan yang dapat dibuka tanpa koneksi internet.
Materi sebaiknya diperiksa sebelum pelajaran dimulai. Guru perlu memastikan file dapat dibuka dan tampilan berjalan sesuai kebutuhan.
Sekolah juga dapat mengombinasikan PID dengan buku pelajaran, lembar kerja, kartu kata, dan media sederhana lainnya. Dengan demikian, tujuan pembelajaran tidak sepenuhnya bergantung pada kestabilan internet.
Apabila terjadi kendala teknis, guru dapat beralih ke bahan cetak atau papan tulis. Hal yang paling penting adalah menjaga agar proses pembelajaran tetap berjalan dan tujuan belajar siswa tetap menjadi prioritas.
11. Merawat PID agar Siap Digunakan
PID merupakan fasilitas sekolah yang perlu dijaga bersama. Guru dan petugas yang bertanggung jawab perlu mengikuti petunjuk penggunaan dan perawatan sesuai jenis perangkat yang tersedia.
Sebelum digunakan, periksa kondisi layar, sambungan listrik, koneksi dengan perangkat lain, dan fungsi yang diperlukan. Setelah pembelajaran, matikan perangkat sesuai prosedur dan pastikan tempat penyimpanannya aman.
Bersihkan layar menggunakan bahan dan metode yang direkomendasikan produsen. Hindari menekan layar terlalu keras atau menggunakan cairan pembersih yang tidak sesuai.
Jika muncul gangguan, catat masalah dan laporkan kepada petugas yang ditunjuk. Jangan membongkar atau memperbaiki bagian internal jika tidak memiliki kewenangan dan keterampilan yang sesuai.
Sekolah sebaiknya menyimpan panduan penggunaan, mencatat gangguan yang pernah terjadi, dan melakukan pemeriksaan berkala. Langkah sederhana ini membantu perangkat tetap siap mendukung kegiatan pembelajaran.
12. Evaluasi Penggunaan PID untuk Perbaikan Pembelajaran
Setelah kegiatan selesai, guru perlu mengevaluasi apakah penggunaan PID benar-benar membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Evaluasi dapat dilakukan melalui pertanyaan lisan, latihan singkat, hasil pekerjaan, atau pengamatan selama diskusi. Guru dapat mencatat siswa yang sudah memahami materi dan siswa yang masih memerlukan pendampingan.
Misalnya, jika siswa masih kesulitan membaca diagram, guru dapat menggunakan diagram yang lebih sederhana dan membahas cara membaca informasi secara bertahap. Jika siswa kesulitan menemukan gagasan pokok, guru dapat memilih teks yang lebih pendek dan memberikan pertanyaan penuntun.
Guru juga dapat meminta umpan balik sederhana dari siswa mengenai bagian yang membantu mereka memahami materi dan bagian yang masih membingungkan.
Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya atau dibagikan kepada rekan guru sebagai praktik baik. Evaluasi sebaiknya berfokus pada hasil belajar siswa, bukan pada seberapa sering perangkat digunakan atau seberapa menarik tampilannya.
Checklist Sederhana Sebelum Menggunakan PID
Guru dapat menggunakan daftar pemeriksaan berikut sebagai pengingat sebelum pembelajaran:
Tujuan pembelajaran sudah ditentukan.
Materi digital sudah diperiksa.
Perangkat dan sambungan sudah diuji.
Aktivitas siswa dan pertanyaan pemantik sudah disiapkan.
Kesempatan berpartisipasi sudah direncanakan.
Cara menilai pemahaman siswa sudah ditentukan.
Alternatif kegiatan jika perangkat bermasalah sudah tersedia.
Perangkat akan dimatikan dan disimpan sesuai prosedur setelah digunakan.
Checklist ini tidak harus menjadi administrasi yang rumit. Guru dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran dan kondisi sekolah.
Penutup
Papan Interaktif Digital dapat mendukung pembelajaran SD yang lebih visual, partisipatif, dan interaktif. Dalam penguatan literasi, PID dapat membantu siswa memahami bacaan, menemukan informasi penting, mengurutkan cerita, dan menyampaikan pendapat. Dalam penguatan numerasi, PID dapat digunakan untuk memahami pecahan, membaca diagram, dan menyelesaikan masalah kontekstual.
Perangkat ini juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran IPAS, Pendidikan Pancasila, serta asesmen formatif. Namun, keberhasilannya tidak ditentukan oleh kecanggihan perangkat saja. Guru perlu merancang aktivitas yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir, mencoba, berdiskusi, dan menjelaskan hasil pekerjaannya.
Dengan persiapan, pengelolaan kelas, perawatan, dan evaluasi yang tepat, PID dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mendukung penguatan literasi serta numerasi di sekolah dasar.
Daftar Pustaka
Bimtek BOSKIN Digitalisasi Pembelajaran Kabupaten Sragen. (2026, 17 September). Paradigma pembelajaran digital dan pemanfaatan perangkat [Materi presentasi].
Direktorat Sekolah Dasar. (2025, 19 September). Interaktivitas kunci utama pembelajaran menggunakan papan interaktif. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. https://ditsd.kemendikdasmen.go.id/artikel/detail/interaktivitas-kunci-utama-pembelajaran-menggunakan-papan-interaktif
Hartinjung, N., Rahmawati, E. E., Maliki, W., Malessy, V., Yuliawati, W., Fitri, N. F., Izza P., T. L., Manaf, S. A., Hendarrita, Y., Mursid, R., Soepriyanto, Y., Putra, A. P., Efriyanto, E., Chandra, C., Amilia, W., Sandi, F., & Sari, D. J. (2025). Panduan pemanfaatan dan pemeliharaan perangkat digitalisasi pembelajaran. Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.n/technology
Thanks for reading Cara Menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) untuk Pembelajaran SD yang Aktif dan Menarik. Please share...!

0 Komentar untuk "Cara Menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) untuk Pembelajaran SD yang Aktif dan Menarik"